Get The Profitable Business and Invaluable Health!
TEMUAN BARU DALAM BIDANG KESEHATAN
TAPI PRODUK KAMI BUKAN TERGOLONG OBAT
Produk Kami |
Obat |
Bersifat Nutrisi |
Bersifat Farmasi |
Bahan Alami |
Bahan Kimiawi |
Bisa Dikonsumsi Jumlah Banyak |
Harus Tepat/Sesuai Dosis |
Tidak Ada Efek Samping |
Bisa Menimbulkan Efek Samping |
Atau Anda ingin AWET MUDA?
Hentikan pencarian Anda akan bermacam obat
Dapatkan Kesehatan Yang Luar Biasa ini !

Promo IMMUNOCAL Sampai Desember 2013
Beli 1 box = Rp 250.000
Harga Rp 230.000 untuk pembelian > 10 box
Simaklah video berikut ini :Berikut Keistimewaan Produk Immunotec Research Yang Dituturkan oleh Para Saksi Yang Tersembuhkan oleh Produk Immunocal, XtraShap, Magistral dan Lainnya. Silakan Anda Simak, barangkali dalam keputusasaan Anda mencari solusi alternatif untuk penyakit Anda dan orang yang Anda cintai---Anda temukan di sini.
Penyakit Kanker
KANKER PAYUDARA MENGGEROGOTI TUBUH
Nama: Asiana
Umur: 40 tahun
Kota : Pontianak

Dalam kepasrahan Asiana setiap hari bermohon kepada Tuhan, agar pulih dari penderitaan yang membelenggunya. Dokter telah memvonisnyamengidap kanker payudara. Tidak itu saja, kista dirahimnya membuat dirinya semakin terpuruk dalam ketakberdayaan.
Brikut penuturan ibu dari empat anak ini kepada Immunotec Profarmasia.
Sejak kecil hingga berkeluarga, saya suka sekali ber olahraga. Selain untuk kesehatan, olah raga juga meru-pakan kegiatan yang sangat mengasyikkan. Saya sangat menikmati masa-masa itu. Tetapi keindahan itu tiba-tiba hilang, begitu saya mengetahui ada kelainan di tubuh saya. Tepatnya Agustus 1997, saya merasakan ada pembeng-kakan di payudara sebelah kiri dan diikuti pembengkakan di lengan kiri. Terkadang payudara saya mengeluarkan nanah berwarna merah dan sakit sekali rasanya.
Tidak hanya itu saja penderitaan saya. Dokter mene-mukan kista di rahim saya. Besarnya seperti telur ayam yang dikelilingi daging kecil, persis telur ayam yang masih muda. Ditambah radang tenggorokan yang parah serta gangguan di hidung seperti sinusitis selama 17 tahun.
Berbagai cara sudah saya lakukan. Setiap dua minggu sekali pergi ke Kuching (Malaysia) untuk berobat. Obat-obatan tradisional dan sinshe serta dukun sudah pula saya jalani. Sampai narta sudah habis terjual untuk biaya pengobatan yang begitu mahal. Tetapi semuanya tidak ada hasil yang menggembirakan, bahkan penyakit saya semakin parah, membuat saya putus asa untuk hidup lagi.
Di tengah keputusasaan, Tuhan membuka jalan. Sahabat saya, Siaw Fun memperkenalkan Immunocal kepada saya. Beliau bilang jangan pikirkan harganya tetapi pikirkan kualitasnya. Immunocal bisa membantu pasien kanker. Mulanya saya ragu dan tidak bisa percaya. Obat-obatan dokter dan obat lainnya saja tidak bisa memberikan hasil yang sempurna.
Berkat dorongan suami, saya mengkonsumsi satu sachet sehari. Alangkah menakjubkan. Baru tiga hari saya merasakan hal yang luar biasa. Badan terasa segar dan tidak sempoyongan. Sejak itu selama tiga bulan berturut-turut saya mengkonsumsi 4 {empat) sachet sehari. Setelah diperiksa lagi oleh Dokter di Malaysia ada kelegaan di hati saya. Kanker payudara mengecil. Kistanya pun pecah keluar lewat haid berbentuk gumpalan darah beku kecil-kecil. Radang tenggorokan saya dan gangguan sinusitis juga ikut lenyap. Alangkah bahagianya saya dan keluarga ketika mengetahui sudah tak ada lagi sel-sel kanker dalam tubuh saya. Terima kasih Tuhan. Saya masih diberi kesempatan untuk hidup.
SELAMAT DARI KANKER RAHIM
Nama : Nina KS
Umur : 51 tahun
Kota : Cirebon, Jawa Barat

Begitu dipastikan dokter mengidap kanker mulut rahim, ibu Nina KS (51 tahun) langsung membayangkan tidak akan berumur panjang. Baginya saran dokter untuk operasi angkat rahim atau pun penyinaran Bagaikan makan Buah simalakama. Dioperasi mati, tidak dioperasi pun Bisa mati. Saat itulah Ibu yang berdinas di Instansi BKKBN sebagai penyuluh lapangan KB diperkenalkan produk Immunocal.Berikut penuturan Ibu asal CireBon Jawa 'Barat ini kepada Immunotech Profarmasi
Tidak pernah terlintas di benak saya kalau pendarahan hebat selama 3 minggu itu adalahgejala penyakit yang menakutkan. Awalnya saya hanya beranggapan bahwa pendarahan itu hanya karena IUD, alat KB yang lupa diambil. Tetapi meskipun sudahdiambil, tetap masih terasa sakit. Kemudian saya periksakan lewat Laparoskop\. Ternyata terdapat benjolan semacam daging tumbuh di indung telur yang dinamakan Kista Ovarium. Tiada jalan lain, selain harus operasi.
Namun dua bulan kemudian setelah operasi besar Kista itu, saya masih merasa sakit di perut bagian bawah. Dua bulan itu saya tidak lagi menstruasi. Dokter menganjurkan untuk periksa urine. Hasilnya positip tetapi bukan positip hamil biasa melainkan hamil anggur. Akhirnya saya dikuret sebanyak 2 kali dan disuntik MTX untuk pencegahan kanker. Sakitnya luar biasa dan saya tidak sanggup kemudian diganti dengan pil MTX. Tetapi efeknya malah lebih menakutkan. Timbul bintik-bintik coklat di sekujur tubuh, gusi dan bibir mengelupas dagingnya seperti sariawan. Rambut pun rontok sampai gundul.
Dokter menyarankan untuk disinar atau operasi angkat rahim. Itupun kemungkinan kecil untuk sembuh. Bagaikan makan buah simalakama. Namun biar bagaimanapun saya harus tetap memilih. Semangat hidup yang kuat mengantarku pergi ke Yayasan Darmais Jakarta. Tetapi, salah satu anak saya menganjurkan untuk mencoba meng-konsumsi Immunocal. Produk kesehatan yang bisa membantu penderita segala macam penyakit, termasuk kanker.
Saya mencoba minum 1 sachet sehari. Dua hari setelah minum Immunocal, saya mengalami pendarahan hebat. Kembali saya pasrah kepada Allah SWT. Dalam pemikiran saya, seorang penderita kanker rahim yang mengalami pendarahan terus menerus, sudah tak ada harapan lagi untuk hidup.
Dokter memberikan obat untuk menghentikan darah. Selama 3 hari saya minum obat dokter dan pendarahan saya pun berhenti. Kemudian saya kembali ke dokter untuk USG. Ternyata hasilnya sungguh mengejutkan. Alhamdulillah rahim saya bagus dan bersih. Kesehatan saya semakin membaik. Berat badan saya naik 6 kg dan rambut tumbuh tebal kembali.
KANKER PAYUDARA SEMBUH TANPA OPERASI
Nama : Ir Lisda
Kota : Bukittinggi, Sumatera Barat

Rasa sakit itu mulai saya rasakan saat anak ketiga berusia 2 bulan. Ketika saya menyusui bayi saya, payudara terasa sakit. Setelah diraba, ternyata terdapat benjolan kecil. Saya menganggap hal itu ada-lah sesuatu yang wajar dan sering dialami seorang Ibu yang sedang menyusui. Benjolan tersebut mungkin hanya sejenis kelenjar yang timbul setelah melahirkan.
Dari hari ke hari sakit yang saya rasakan semakin bertambah. Lalu saya ke dokter untuk konsultasi. Ternyata dokter mendiagnosa bahwa benjolan itu adalah kanker payudara. Sedih rasanya mendengar vonis tersebut. Sedikit orang yang selamat dari penyakit mematikan itu.
Kondisi kesehatan saya semakin hari menurun drastis dan sangat parah. Seluruh badan terasa sakit Pangkal lengan dan kaki mulai bengkak. Bila sakit menyerang, telinga sepertinya mau pecah dan sakitnya luar biasa. Bagian tubuh yang diserang berganti-ganti. Jika melakukan pekerjaan atau angkat beban berat, akan terasa sakit sampai kebagian punggung. Kalau sudah begitu, saya hanya dapat menangis dan untuk mengobati rasa sakit, saya coba meminum air rebusan daun benalu kopi tiap hari. Dengan kondisi seperti ini saya tidak mungkin lagi berobat ke rumah sakit.
Sepuluh hari saya minum rebusan benalu kopi, tapi tidak ada perubahan. Sakitnya semakin bertambah, berjalan sempoyongan, makan susah, badan kurus dan tidurpun terasa sakit.
Saya nyaris putus asa. Hingga suatu hari saya disarankan oleh keluarga suami untuk minum susu Immunocal, dan mencoba mengkonsumsinya beberapa box. Saya mulai kuat dan tidak sempoyongan lagi. Berangsur-angsur sakitnya hilang. Saya minum 2 (dua) sachet sekaligus sebelum tidur malam dan paginya badan terasa segar. Kini, saya tidak lagi merasakan sakit. Immunocal tidak membuat saya ketergan-tungan Terima kasih Immunocal.
KANKER STADIUM 3 BISA TERATASI
Nama : Neneng
Umur : 64 tahun
Kota : Jakarta

Dulu, untukmengurangi sakit akibat kanker payudara yang dideritanya, beliau hanya mengompres dengan bungkusan nasi panas dibagian tubuhnya yang sakit. Kini, Immunocal telah membantu menghilangkan rasa sakit itu.
Saya menderita kanker payudara sejak tiga tahun yang lalu. Saya takut sekali dioperasi, padahal kankertersebut sudah stadium 3 B. Saya memilih pengobatan tradisional. Tetapi tidak ada manfaatnya. Malah semakin besar dan terasa sakit.
Biasanya, setiap kali terasa sakit, saya hanya mengompresnya dengan bungkusan nasi panas di bagian tubuh yang sakit.
Suatu hari, saya bertemu dengan Ibu Siti Isbi-yinu. Beliau sempat melihat benjolan di payudara saya. Beliau sangat kaget dengan kondisi penyakit saya yang sudah besar dan memerah. Juga terdapat luka yang sulit sembuhnya.
Ibu Siti menyarankan supaya saya mencoba minum IMMUNOCAL Bulan pertama hingga bulan kedua saya mencoba minum 2 kali 2 sachet dalam sehari. Kemudian bulan ketiga saya kurangi 3 kali sehari yaitu pagi, siang, sore.
Meskipun takut ke dokter, saya memberanikan diri untuk memeriksakan penyakit saya agar mengetahui sejauhmana perkembangannya.
Dokter menyarankan untuk kemotherapy. Saya mengikuti saran tersebut. Pada saat saya me-nunggu giliran kemotherapy. Banyak kejadian yang membuat saya cemas dan mengerikan. Kondisi semua pasien kemotherapy sangat memprihatinkan. Banyak yang muntah, rambut
rontok dan tubuh menjadi hitam, capek dan lemas. Menurut mereka, kondisi seperti itu selalu dirasakan satu minggu sampai sepuluh hari.
Anehnya, saya tidak mengalami kondisi seperti itu. Alhamdulillah saya masih terlihat segar berkat IMMUNOCAL.
Sampai sekarang kesehatan semakin membaik dan saya masih tetap mengkosumsi IMMUNOCAL setiap hari.
KANKER GANAS DI OTAK
Nama : Raminem
Umur : 65 tahun
Kota : Blitar, Jawa Timur

Kesedihan membekas di wajah Supriadi, setiap melihat ibunya yang sudah berumur itu terkulai tak berdaya dipembaringannya. Kanker ganas diotaknya telah membuat wanita tua itu semakin renta. Dokter sudah memvonis hidupnya tinggal menunggu hari.
Berbagai upaya sudah dilakukan Supriadi hingga menghabiskan puluhan juta rupiah, demi kesembuhan sang ibu yang dicintainya.
Bulan Nopember 2001 Ibu sudah mulai merasakan sakit di sekitar telinganya. Setelah diperiksa ke THT, ternyata di telinganya terdapat kotoran. Kami mem-bawanya ke pengobatan alternatif . Di sana mengatakan bahwa Ibu hanya kecapekan, sehingga menyebabkan syaraf-syaraf membesar dan ada benjolan kecil di ba-wah telinga. Meskipun sudah diobati dengan ramuan tradisional, tetap tak ada hasil.
Januari 2002, kami membawa Ibu ke Rumah Sakit Pemerintah di Blitar. Hasil Radiologi rnenunjukan bahwa Ibu terserang kanker ganas. Kami memutuskan untuk
segera dioperasi, biar tidak menyebar. Satu tahun setelah dioperasi, kanker itu timbul lag! dan bahkan lebih parah dari sebelumnya. Sampai Ibu tidak bisa bernafas. Untuk kedua kalinya, beliau dioperasi, yaitu dengan jalan membuat lubang pernafasan dl leher Ibu, Rencananya setelah operasi, kami ingin mengajak Ibu ke Malang untuk dlsinar tap! Dokter mengatakan bahwa penyinaran tidak akan bisa menyembuhkan kankernya. Bahkan Dokter telah memvonis hidup Ibutinggal menghitung hari. Dengan putus asa kami membawa Ibu pulang. Kami sangat kasihan dan hanya bisa pasrah melihat penderitaan Ibu. Untuk bangun dari tempat tidurnya saja Ibu tidak bisa. Ibu hanya bisa minum susu melalui selang di hidung. Tidak bisa bicara, penglihatannya pun sudah tak berfungsi. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan dana untuk pengobatannya pun telah menghabiskan puluhan juta rupiah.
Di tengah kepasrahan, seorang sahabat bernama Bapak Y. Sunardi dan Ibu Rohayati datang membawa informasi tentang Immunocal.
Penuh keyakinan kami memberikan Immunocal kepada Ibu. Siapatahu Tuhan masih memberi kesempatan Ibu untuk hidup lebih lama lagi.
Ibu mengkonsumsi 1 sachet sehari. Hari ke lima 2 sachet sehari. Di luar dugaan kami, tepat di hari ke enam, Ibu sudah bisa minum tanpa melalui selang. Penglihatannya mulai berfungsi jelas. Sudah dapat bicara meskipun belum jelas karena ada alat pernafasan di leher dan juga bisa berjalan.
Terima kasih Tuhan. Kini kami mulai bersemangat lagi untuk mencari dana guna kesembuhan Ibu.
KANKER GANAS DI PELUPUK MATA
Penyakit Diabetes Mellitus
PUTUS ASA KARENA DIABETES
Nama : Darmiati
Umur : 51 tahun
Alamat : Bukittinggi

Trauma yang dialaminya akibat DiabetesMellitus yang diderita almarhum orang tuanya memBuat ia nyaris putus asa. Apalagi saat diketahui dirinya menderita penyakit yang sama. Berbagai upaya pengoBatan telah dilakukannya Belum ada kesembuhan. hingga ia mengenal Immunocal dan berhasil mengatasi Diabetesnya.
Sejak usia remaja saya sudah menderita Diabe tes Mellitus (sakit gula). Komplikasi dari penyakit tersebut mengakibatkan gejala jantung, rematik dan gangguan pada mata. Inilah yang membuat saya lebih lersiksa.
Saya sangat trauma dengan Diabetes, karena orang tua juga menderita Diabetes. Kadar gula beliau mencapai 500 mg/dl. Ketika luka pada kakinya sulit disembuhkan, hingga membusuk maka dokter menyarankan untuk segera diamputasi. Tidak hanya sampai disitu saja penderitaannya. Saat kaki kirinya akan diamputasi, kaki sebelahnya meletus lagi dan alhasil harus rela diamputasi pula.
RupanyaTuhan tidak ingin orang tua kami lebih lama menderita lagi dalam menghadapi sisa-sisa hidupnya. Pada 5 Mei 2001 beliau meninggal.
Sejak ditinggal beliau, saya nyaris putus asa. Terpikir di benak saya, bahwa Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang sulit disembuhkan dan tak ada obatnya.
Kesehatan saya semakin hari tambah menurun. Badan menjadi kurus dan sering mengalami kelelahan berkepanjangan, haus, lapar serta mengantuk, sehingga semua rutinitas pekerjaan menjadi tertunda.
Saya semakin terpuruk dengan menanggung beban penyakit yang tak pernah tahu kapan Tuhan mengakhiri penderitaan ini.
Di tengah keputusasaan dan kepasrahan, saya diperkenalkan Immunocal oleh Nurhayati, saudara saya.. Awalnya saya kurang percaya, karena berbagai obat maupun produk food supplement sudah saya coba, tetapi tetap tak bisa menolong. Akhirnya saya mencoba minum 1 sachet perhari selama seminggu. Ternyata setelah saya periksa ke dokter, kadar gula saya dinyatakan normal 89 mg/dl dari 545 mg/dl.
Memang setelah mengkonsumsi Immunocal, saya buang air kecil terus. Kemudian dokter memberikan obat anti buang air kecil. Alhamdulillah, Diabetes saya sudah teratasi. Begitu pula tubuh terasa segar dan bersemangat. Kini saya sudah kembali bekerja dengan kondisi tubuh yang sehat dan segar.
SERING BUANG AIR KECIL KARENA DIABETES
Nama : H Anas Nawas
Umur : 62 tahun
Alamat : Medan

Gejala Diabetes Mellitus memang sudah saya rasakan sejak tahun 1986. Tetapi tidak terlalu parah. Barulah setelah pensiun, tahun 1997 saya merasakan penderitaan yang luar biasa. Kadar gula tidak stabil, bahkan pernah mencapai 360mg/dl. Dan yang sering membuat saya kesal dan tersiksa adalah, sering buang air kecil pada malam hari. Bisa diba-yangkan, betapa menyebalkannya bila rasa kantuk mulai menyerang, tiba-tiba harus ke toilet untuk buang air kecil dan hal itu hampir setiap saat saya lakukan.
Tidak hanya itu saja. Setiap kali tubuhsayaterluka, pasti sulit sembuhnya. Hingga menimbulkan gatal-gatal dan korengan.
Dokter memberikan Amaryl 1,5 mg 2 kali sehari. Tetapi belum sembuh juga. Bahkan penyakit malah bertambah yaitu asam urat dan sinusitis.
15 Mei 2000 pada acara arisan Alumni se profesi di rumah seorang teman, Bapak Ir. E Ismail memperkenalkan Immunocal yaitu suple-men yang terbuat dari 5 liter susu sapi yang dipekatkan menjadi 10 mg. Bila kita meminumnya satu sachet adalah setara dengan meminum satu liter ASI dan sangat bermanfaat sebagai Anti Oksidan, Detoksifikasi dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Penjelasan yang sangat terperinci itu membuat saya tertarik untuk mengkon-sumsinya.
Setiap pagi sehabis sholat tubuh, saya minum 1 sachet. Busanya saya usapkan ke tempat koreng yang gatal-gatal pada tangan dan wajah saya. Tiga jam kemudian saya sarapan tanpa mengkonsumsi obat diabetes lagi. Hal itu rutin saya lakukan sampai 25 hari.
Alhamdulillah kondisi kesehatan saya mulai membaik. Asam urat yang selama ini mengganggu saat sedang melakukan sholat menjadi hilang. Tidak hanya itu saja, sinusitis mulai baik dan kolestrol secara perlahan ikut stabil.
Kini saya masih tetap mengkonsumsi Immunocal empat hari sekali 1 sachet
STROKE RINGAN KARENA DIABETES
Nama : Tyron Prayitno
Umur : 57 tahun
Alamat : Bekasi

Biasanya penderita gangguan Diabetes Mellitus akan memicu terjadinya bebagai gangguan jenis penyakit lainnya. Masalah ini pula yang pernah dialami Bapak Tyron. Ia terkena stroke akibat penyakit diabetes Mellitus yang dideritanya.
Berikut penuturannya kepada Immunotec Profarmasia.
Awal bulan Mei 2001, saya terkena Stroke ringan. Hal ini disebabkan karena penyakit Diabetes Mellitus yang sudah saya derita sebelumnya. Meskipun mengalami Stroke ringan, tetap saja bagi saya merupakan penderitaan yang sangat menyiksa. Untuk bicara saja saya mengalami kesulitan karena bentuk mulut sedikit miring. Saya sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari. Meskipun dokter dari rumah sakit tempat saya dirawat tidak mengijinkan saya untuk pulang, tetapi saya tidak mempedulikannya. Menurut saya, percuma saja dirawat di rumah sakit karena setahu saya, Stroke yang diakibatkan Diabetes sangat berpeluang besar untuk kambuh lagi. Lebih baik saya pasrah dan berdoa kepadaTuhan supaya diberi kesembuhan lewat mujizatNya.
Hinggasuatu hari, Ibu Ismurdiatinayang kebetulan masih berhubungan famili dengan istri saya mem-perkenalkan IMMUNOCAL. Menurut penjelasannya, IMMUNOCAL bekerja di luar dan di dalam sel, terbukti secara klinis IMMUNOCAL bisa membantu penderita Stroke. Saya sangat tertarik untuk mencobanya. Siapa tahu dapat membantu penyembuhan penyakit saya. Lalu saya mengkonsumsinya sebanyak 3 sachet sehari.
Minggu pertama, jari tangan saya yang semula mati, mulai dapat digerakan. Lebih kurang 2 bulan, saya sudah bisa berjalan sendiri. Kadar gula darah
yang pernah mencapai 500, setelah mengkonsumsi IMMUNOCALturun menjadi normal ke angka 105. Sungguh perubahan yang sangat luar biasa.
Penyakit Stroke
LUMPUH TOTAL AKIBAT STROKE
Nama : Ludia Minggu
Umur : 47 tahun
Alamat : Makale, Sulawesi Selatan
p>
Tubuh tua itu terlalu lemah untuk digerakkan. Serangan Stroke yang dialamii sejak Mei 2001 mengakibatkan ia mengalami kelumpuhan total. Sebagai seorang Perawat di RS Makale, Toraja Sulawesi Selatan, Ludia Minggu mengerti benar akan penyakit yang diderita iBunya. Baginya hanya keajaiban yang dapat menyembuhkan Ibunya.
Berikut penuturan Ludia Minggu kepada Immunotec Profarmasia
Ibu memang sudah tua. Usianya saja mencapai 72 tahun. Di saat seharusnya beliau menikmati akhir jenjanya dengan penuh kedamaian, namun Tuhan nemberi cobaan yang berat untuk dipikulnya. Tepatnya 1 Mei 2001 Ibu terkena stroke. Akibat dari stroke ersebut, Ibu mengalami kelumpuhan total. Seluruh organ tubuhnya tidak bisa digerakan dan tidak berfungsi dengan baik. Bahkan untuk bicara dan membuka mata jun tidak mampu.
Dalam keadaan tidak sadarkan diri, Ibu kami bawa ce Rumah Sakit dan ditempatkan di bagian Gawat Darurat. Ibu diinfus dan disuntik serta diberi berbagai nacam obat. Selama 2 minggu Ibu dirawat di Rumah Sakit tetapi Jokter tidak melihat adanya perubahan pada diri Ibu.tetap seperti pertama masuk. Tidak bisa bergerak. Untuk mengkonsumsi obat pun larus dihaluskan terlebih dahulu karena beliau tidak dapat membuka mulutnya. \khirnya diputuskan untuk membawa Ibu pulang. Kami mencoba untuk berkonsultasi lengan dokter di Ujung Pandang. Dari dokter tersebut, Ibu diberi resep obat. Namun tu pun tetap tidak banyak membantu.
Melihat keadaan Ibu yang semakin memprihatinkan, kami hanya bisa pasrah. Bahkan kami sudah mulai putus asa dan tidak pernah berharap banyak untuk kesembuhan beliau.
Kebetulan saya masih dalam tugas belajar, dan salah seorang dosen yaitu Bapak Lukas mengenalkan Immunocal kepada saya. Beliau menjelaskan bahwa Immunocal bisa membantu mengatasi stroke.
Saya memberikan Immunocal kepada Ibu 1 sachet sehari. Hasilnya sangat luar biasa.
Hari ketiga, Ibu mulai bisa membuka mata. Hari ketujuh, Ibu sudah dapat berbicara, nakan dan duduk. Hingga sebulan, Ibu sudah bisa berjalan tanpa menggunakan ongkat lagi. Bahkan sudah bisa memetik coklat di pekarangan rumah.
Sampai saat ini, beliau masih mengkonsumsi Immunocal 2 kali seminggu. Kami sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Immunotec.
LUMPUH KARENA STROKE
Nama : Sugiono
Umur : 55 tahun
Alamat : Blitar, Jawa Timur

Penyakit Stroke yang menyerangnya tiba-tiba membuat Bapak Sugiono asal Blitar ini begitu shock, ia tiodak pernah berpikir sama sekali akan terserang stroke. Apalagi kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba. Selama ini, ia merasakan kesehatannya sangat baik
Malam itu saya masih pergi menghadiri pesta di rumah salah seorang teman. Saya tidak merasakan sedikitpun keluhan pada tubuh saya. Sampai saya kembali pulang ke rumah, kondisi kesehatan masih baik-baiksaja. Tetapi, paginya saat saya sholat subuh, badan saya sepertinya ringan sekali. Semakin lama semakin parah, dan saya tidak bisa mengendalikan kaki saya setiap dipakai untuk melangkah. Rasanya seperti terangkat sendiri. Sehingga jalan saya menjadi sempoyongan. Saat itulah saya baru menyadari kalau badan saya tidak sehat. Sudan terbayang di benak saya, bahwa inilah gejala stroke.
Lalu saya pergi ke pengobatan alternatif, yaitu pijat urat. Pada hari itu juga saya langsung ingat akan informasi yang pernah disampaikan oleh saudari Miing mengenai produk
Immunocal. Memang saat saudari Miing menjelaskan Immunocal, saya sama sekali tidak tertarik karena saya merasa betul-betul masih sehat. Kemudian saya pergi ke rumah saudari Miing dan langsung minum 1 sachet.
Selang beberapa jam kemudian, saya merasakan kesehatan saya tambah parah. Oleh istri saya dibawa ke rumah sakit dan diopname selama 11 hari dengan menghabiskan biaya 3 juta lebih. Tapi belum ada perubahan yang maksimal. Saya lanjutkan untuk berobat ke dokter spesial. Sebanyak 6 (enam) kali saya berobat ke dokter. Tetap tak ada hasil yang menyembuhkan penyakit stroke saya.
Sejak dibawa ke rumah sakit, saya menghentikan mengkonsumsi Immunocal karena takut, meskipun sudah dijelaskan bahwa semua itu hanyalah reaksi sementara.
Saya tak bisa melakukan aktifitas sehari-hari. Untuk ke kamar mandi saja saya harus dibopong. Saya nyaris putus asa akan kesembuhan kesehatan saya. Entah kenapa, tiba-tiba saya ingin mencoba lagi mengkonsumsi Immunocal. Saya memberanikan diri untuk mulai minum lagi 2 sachet sehari.
Luar biasa, empat box pertama saya sudah bisa berjalan dari kamar ke ruang tamu. Kemudian saya kurangi menjadi 1 sachet perhari.
Saya sangat bersyukur, walaupun jalan saya belum sempurna seperti semula, tetapi saya bisa berjalan di sekitar rumah, bangun, duduk dan melakukan aktifitas untuk diri sendiri tanpa bantuan.
Sampai sekarang saya masih rutin mengkonsumsi Immunocal sampai saya
merasakan sembuh total.
Hormat Kami
Tim immunocalplaza.com
03170353404
081331210602


